Kebudayaan kota kudus
1. Dandangan.
Dilaksanakan setiap menjelang bulan puasa, berlangsung semacam ”pasar malam” sekitar dua minggu, sambil menunggu kepastian awal Puasa. Hampir semua pedagang kaki lima (PKL) dengan segala macam dagangan berkumpul pada momen itu. Bahkan lengkap dengan hiburan rakyat yang murah meriah bernuansa tradisional. Lokasi Dandangan ditetapkan berlangsung di sekitar Masjid Menara hingga pohon beringin, Jl. Menara Kudus, dan Jl. Madurekso praktis di tutup untuk kegiatan tersebut. Sedangkan Jl. Sunan Kudus sampai Alun – alun biasanya juga menjadi padat sekali, apalagi dengan kedatangan wisatawan, maka area parkir bus menggunakan Jl. Kyai Telingsing maupun jalan – jalan disekitarnya.
2. Buka Luwur
Diadakan setiap tahun, bertepatan dengan tanggal 10 Muharram ( Assyura ). Buka Luwur adalah upacara tradisional penggantian kain kelambu yang dijadikan penutup makam Sunan Kudus. Upacara ini cukup meriah kendati tidak semeriah Dandangan. Upacara ini ditekankan pada Makam Sunan Kudus dan penggantian kain kelambu penutup makam. Biasanya dalam upacara ini dilengkapi dengan selamatan dan pembacaan tahlil serta do’a. Upacara ini biasanya melibatkan para tokoh – tokoh agama, para sesepuh dan masyarakat sekitar Masjid Menara ini.
3. Tradisi Muludan.
Diadakan tiap – tiap bulan Maulud yang intinya memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, peringatan ini memang menjadi salah satu kegiatan Islam yang sifatnya Internasional, tetapi untuk masyarakat Kudus juga menjadi tradisi.
4. Bulusan
Yaitu tradisi yang diadakan tiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Tradisi ini hampir sama dengan budaya jawa tengah yaitu Kupatan, tempat diadakanya tradisi bulusan adalah desa bulusan yang konon menurut cerita dahulu ada seorang yang dikutuk menjadi seekor bulus ( Kura – kura ), aneh nya tempat itu sekarang masih banyak Kura – kura yang berkeliaran. Untuk meramaikan tradisi ini biasanya diadakan pasar malam atau bazar.
Rabu, 08 Desember 2010
Selasa, 07 Desember 2010
Atikel
Budaya kota-ku
Kudus merupakan kota kecil yang memiliki banyak keragaman budaya serta agama. Dalam kota tersebut setidaknya ada 4 agama yangt satu sama yang lain saling bertoleransi. Agama islam, Kristen, hindu serta konghuchu seakan tidak memperdulikan agama mereka masing – masing dalam beraptasi dan berbudaya. Dalam pendidikanpun sama, mereka mendapat jatah yang sama dari kota ini.
Budaya di kudus sangat beragam warna, dari segi agama, pendidikan serta budaya. Budaya – budaya tersebut di antaranya yang kemarin baru saja dilakukan yakni peringatan 1 syuro atau 1 muharrom yang dilakukan di alun – alun kudus. Keunikan – keunikan kota ini juga terdapat pada jenis bangunan rumah adat kota kudus yang sering di sebut rumah joglo.
Bangunan khas kota kudus yaitu menara kudus. Sebuah bangunan yang menjadi peninggalabn dari raden ja’far shodiq atau yang biasa di sebut sunan kudus. Sebuah bangunan yang di sebut – sebut memiliki nilai seni nyang luar biasa serta memiliki daya mistik yang cukup mencengangkan. Sebuah bangunan yang memiliki relief yang cukup unik yang mencampur antara budaya agama islam serta agama hindu. Sebuah bngunan yang di bangun tanpa menggunakan pasir dan semen.
Wisata yang lain di kudus yakni gunung muria yang berada di colo kecamatan dawe kabupaten kudus. Tempat itu sering di jadikan refreshing untuk orang yang sudah melaksanakan aktifitas yang membingungkan orang. Tempat tersebut berbentuk gunung yang memiliki keindahan yang menawan hati.
Di bidang pendidikan, kota kudus cukup membanggakan. Di pendidikan formal banyak sekolah yang notabene sekolah umum maupun swasta yang sudah berstandart nasional maupun internasional. Di lain sisi, pendidikan non formal di kudus juga dapat di acungi jempol. Terbukti dengan di nobatkanya grup kudus menjadi juara umum di perlombaan PORSENI tingkat jawa tengah.
Keanekaragamaan budaya serta mutu pendidikan yang semakin membaik di buktikan dengan prestasi – prestasi yang tiada henti. Itulah segelintir profil dari pendidikan serta tempat pariwisata di kota ku tercinta, kudus.
Kudus merupakan kota kecil yang memiliki banyak keragaman budaya serta agama. Dalam kota tersebut setidaknya ada 4 agama yangt satu sama yang lain saling bertoleransi. Agama islam, Kristen, hindu serta konghuchu seakan tidak memperdulikan agama mereka masing – masing dalam beraptasi dan berbudaya. Dalam pendidikanpun sama, mereka mendapat jatah yang sama dari kota ini.
Budaya di kudus sangat beragam warna, dari segi agama, pendidikan serta budaya. Budaya – budaya tersebut di antaranya yang kemarin baru saja dilakukan yakni peringatan 1 syuro atau 1 muharrom yang dilakukan di alun – alun kudus. Keunikan – keunikan kota ini juga terdapat pada jenis bangunan rumah adat kota kudus yang sering di sebut rumah joglo.
Bangunan khas kota kudus yaitu menara kudus. Sebuah bangunan yang menjadi peninggalabn dari raden ja’far shodiq atau yang biasa di sebut sunan kudus. Sebuah bangunan yang di sebut – sebut memiliki nilai seni nyang luar biasa serta memiliki daya mistik yang cukup mencengangkan. Sebuah bangunan yang memiliki relief yang cukup unik yang mencampur antara budaya agama islam serta agama hindu. Sebuah bngunan yang di bangun tanpa menggunakan pasir dan semen.
Wisata yang lain di kudus yakni gunung muria yang berada di colo kecamatan dawe kabupaten kudus. Tempat itu sering di jadikan refreshing untuk orang yang sudah melaksanakan aktifitas yang membingungkan orang. Tempat tersebut berbentuk gunung yang memiliki keindahan yang menawan hati.
Di bidang pendidikan, kota kudus cukup membanggakan. Di pendidikan formal banyak sekolah yang notabene sekolah umum maupun swasta yang sudah berstandart nasional maupun internasional. Di lain sisi, pendidikan non formal di kudus juga dapat di acungi jempol. Terbukti dengan di nobatkanya grup kudus menjadi juara umum di perlombaan PORSENI tingkat jawa tengah.
Keanekaragamaan budaya serta mutu pendidikan yang semakin membaik di buktikan dengan prestasi – prestasi yang tiada henti. Itulah segelintir profil dari pendidikan serta tempat pariwisata di kota ku tercinta, kudus.
Langganan:
Postingan (Atom)